Sejarah Munculnya Kalimat Tasawuf

Tasawuf dikenal sebagai elemen yang sangat berpengaruh dalam kesehatan Jasmani maupun  Rohani. Sehingga tasawuf banyak digunakan  untuk melatih kesabaran dan meminimalis rasa cinta terhadap pernak-pernik duniawi. Seperti ibadah, zuhud, mempunyai akhlaq yang bagus , yang bertujuan untuk membersihkan penyakit-penyakit hati yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Akan tetapi dari banyaknya umat islam  pengetahuanya tentang sejarah awal mula adanya  kalimat tasawuf masih banyak yang belum mengetahui sejarahnya.

Sejarah munculnya kalimat tasawuf sangat diminati bagi kalangan-kalangan peneliti pada masa itu, seperti Siroj At-Thusi , Imam Qusyairi, Ibnu Majah, Ibnu Kholdun,Ibnu Taimiah dan Ibnu Jawazi, dari banyaknya peniliti maka timbul lah beberapa pendapat yang berbeda.

Pendapat yang pertama dari Siroj At-Thusi yang memiliki nama lengkap Abu Nasor As-Siroj Bin Ali At-Thusi mengatakan bahwa kalimat tasawuf sudah diketahui  pada zaman jahiliyah.

Pendapat yang kedua dari Imam Qusyairi, Ibnu Majah, dan Ibnu Kholdun  mengatakan bahwa kalimat tasawuf belum ditemukan kecuali pada akhir abad ke dua dan awal abad ke tiga Hijriah.

Imam Qusyairi mengatakan bahwasanya ketika Nabi Muhamad Saw wafat  tidak ada golongan yang lebih mulya dari  sahabat nabi. Kemudian sahabat dari sahabatnya nabi yaitu (Tabi’in), kemudian setelah Tabi’in disebut orang yang mengikuti kepada Tabi’in. Kemudian setelah orang yang mengikuti Tabi’in muncullah golongan-golangan yang berbeda-beda, yang mengaku bahwa dirinya ahli ibadah dan ahli zuhud. Berbeda dengan golongan ahlu sunnah yang bisa menempatkan dan tidak mengaku golonganya adalah ahli ibadah dan ahli zuhud. Dikarenakan golongan ahlu sunnah sangat menjaga privasi diri sendiri yang bertujuan menjaga hati dari kelalaian dan takabbur . Orang-orang yang menjaga dirinya dari beberapa jalan yang membuat lalai dalam ibadah itu dinamakan  “ tasawuf ” yang sudah masyhur sebelum tahun 200 H.

Pendapat yang ketiga dari Ibnu Taimah mengatakan bahwa kalimat tasawuf belum dikenal, kecuali sesudah abad ke tiga hijriah.

Dari ketiga pendapat tersebut yang diunggulkan  pendapat dari Imam Qusyairi bahwa kalimat tasawuf belum diketahui, kecuali pada akhir abad ke dua Hijriah .

Dalam segi bahasa, sumber-sumber pengambilan kalimat tasawuf  pendapatnya berbeda-beda dari  ulama-ulama zaman dahulu yang meneliti kalima tasawuf tersebut. Ada yang mengatakan kalimat tasawuf di ambil dari kata shuf, yang mempunyai arti bulu domba (benang wol). Dikarenakan  para nabi,orang-orang yang zuhud,dan sahabat nabi memakai pakaian yang terbuat dari bulu domba. Ada yang mengatakan kalimat tasawuf di ambil dari kata shofa yang artinya kesucian. Dan ada yang mengatakan kalimat tasawuf di ambil dari kata “ahlu shuffah” yaitu golongan dari orang fakirnya kaum muhajirin yang tinggal di masjid Nabi Muhammad SAW.

Dari beberapa pandangan tersebut yang diunggulkan yaitu kalimat tasawuf di ambil dari kata shuf yang mempunyai arti pakaian yang di buat dari bulu domba/benang wol. (Izour)

 

Tinggalkan komentar